Showing posts with label AADC 2. Show all posts

Sering Dipuji Orang Merasa atau Tidak Merasa ? Ini Doanya - Ayo Share



Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali mendapat pujian dari teman, kolega bisnis, teman kantor, orang yang kita cintai, ataupun guru.

Dalam pujian tersebut ada yang serasa berlebihan dari kemampuan kita, dan ada yang biasa-biasasaja.

Al-Imam Al-Habib ‘Abdullah bin ‘Alwi bin Muhammad Al-Haddad رضي الله عنه berkata di dalam kitabnya Risalatul Mu’awanah wal Muzhaharah wal Mu’azarah:
Jika seseorang memujimu sedangkan hatimu tidak menyukai pujian dan pujian itu memang ada pada dirimu, maka bacalah doa berikut:
الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَظْهَرَ الجَمِيْلَ وَسَتَرَ القَبِيْحَ
Alhamdulillahil ladzi adh-haral jamiila wasataral qabiiha
Artinya: Segala puji bagi Allah yang menampakkan yang baik dan menutupi yang buruk

Dan jika dia memujimu dengan sesuatu yang tidak kau miliki, maka sesuai hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhori bacalah :
أَللهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ بِمَا يَقُوْلُوْنَ، وَاغْفِرْلِيْ مَالاَ يَعْلَمُوْنَ، وَاجْعَلْنِيْ خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ
Allahumma laa tu-akhidznii bimaa yaquuluuna, waghfirlii maa laa ya'lamuuna waj'alnii khoiron mimma yadhunnuun
Artinya:
Ya Allah, jangan Engkau tuntut aku dengan apa yang mereka katakan (ucapkan), dan ampunilah aku atas apa-apa yang mereka tidak ketahui dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangkakan.

Hakikat Cemburu dan Cinta - AADC 2 (Ada Apa Dengan Cinta)



KAWAN, aku cemburu pada setiap langkahmu menuju rumah Allah.
Seolah seorang kekasih ingin segera berjumpa dengan wajahmu yang cerah.
Pada subuh ketika yang lain dibuai mimpi indah.
Atau pada isya’ saat mereka mengeluh lelah.

Kawan, aku cemburu padamu yang santun berucap.
Dari bibirmu mengalir hujjah yang mampu menerangi gelap.
Seumpama cahaya menerobos tabir yang telah tersingkap.
Hanya kebersihan hati yang melahirkan kemuliaan adab.

Kawan, aku cemburu padamu yang mampu menahan marah.
Setiap kali bersabar, bagimu satu bidadari dalam jannah.
Janji Allah lebih kau inginkan daripada sebuah kepuasan yang salah.
Kemenangan akhirat adalah kemenangan sesungguhnya bagi yang istiqomah.

Kawan, aku cemburu padamu yang berwudlu di sepertiga malam.
Bumi dan langit mengucapkan salam
Saksikan seorang hamba tenggelam di sujud dalam Merenda setapak jalan ke surga melalui kalam-kalam...

Senyum itu ibadah . Marah itu mudah tapi sabar itu  jauh lebih indah.....


Selalu tersenyum

Ma`rifatullah - Mengenal Allah dan Mengenal Diri


Kalau ingin mengenal dimana kita di sisi Allah
maka lihatlah dimana Allah di sisi kita
Syaik Nuruddin Marbu Al-Banjari Al-Makki

إن الله قال: (أنا عند ظن عبدي بي)

Allah SWT berfirman dalam Hadis Qudsi : "Aku adalah sebagaimana persangkaan hamba-Ku kepada-Ku"


Rosululloh SAW bersabda yang artinya:
“Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.” HR. Imam Muslim

Quotes - Ada Apa Dengan Cinta (AADC 2) Membuat Buta dan Tuli



~Cinta itu membuat Buta dan Tuli~
Love is Blind Quotes

Ketahuilah bahwa setiap cinta itu tidak memberikan kewenangan terhadap pelakunya, yang menjadikan sang pelaku :

💞 Menjadi tuli dari segala yang didengar selain ucapan kekasihnya.

💞 Membuatnya buta dari segala yang dilihat selain wajah kekasihnya.

💞 Membuatnya bisu untuk mengucapkan apa pun selain menyebut kekasihnya dan orang yang mencintai kekasihnya.

💞 Menutup hatinya hingga tak ada yang masuk selain cinta kekasihnya.

💞 Gemboknya dilemparkan ke dalam almari imajinya, hingga tiada yang terbayang selain citra Sang Kekasih.

💫Jika tidak demikian halnya, maka ia tidak bisa disebut cinta dan pelakunya bukanlah pecinta.

Sesungguhnya prinsip percintaan menjadikan anda menjadi entitas ('ayn, inti) dari Sang Dicinta, dan bilamana entitas hilang dari anda maka yang ada adalah Dia, bukan anda.
Maka inilah realitas yang dicemburui sang pecinta jika dalam diri pencinta ada wujud lain selain kekasihnya.

😇 Tidaklah anda melihat malaikat yang terpana oleh keagungan Allah SWT, dia dipalingkan oleh cinta dari penglihatan terhadap esensi dirinya dan visi atas kondisi dirinya ?


📚 al-Syeikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu 'Arabi dalam kitab Fushush al-Hikam

Quotes - Ada Apa Dengan Cinta 2 Kitab Kimiatus Sa`adah


Banyak orang mengaku cinta Allah Swt, tetapi masing-masing mesti memeriksa diri sendiri berkenaan dengan kemurnian cinta yang ia miliki.
1. Ujian pertama, ia mesti tidak membenci pikiran tentang mati, kerena tak ada seorang “teman” pun yang ketakutan ketika akan bertemu dengan “teman”nya. Nabi Saw bersabda: “Siapa yang ingin melihat Allah, Allah pun ingin melihatnya.”
Memang benar, seorang pencinta Allah yang ikhlas mungkin saja bisa takut akan kematian sebelum ia menyelesaikan persiapannya untuk ke akhirat, tapi jika ia ikhlas ia akan rajin dalam membuat persiapan-persiapan itu.
2. Ujian keikhlasan yang kedua, seseorang mesti rela mengorbankan kehendaknya demi kehendak Allah; mesti berpegang erat-erat kepada apa yang membawanya lebih dekat kepada Allah; dan mesti menjauhkan diri dari tempat-tempat yang menyebabkan ia berada jauh dari Allah.
Perbuatan dosa bukanlah bukti bahwa dia tidak mencintai Allah sama sekali, tetapi hal itu hanya membuktikan bahwa ia tidak mencintai-Nya  sepenuh hati. Wali Fudhail berkata pada seseorang: “Jika seseorang bertanya kepadamu, cintakah engkau kepada Allah, maka diamlah; karena jika engkau berkata: ‘Saya tidak mencintai-Nya,’ maka engkau menjadi seorang kafir; dan jika engkau berkata: ‘Ya, saya mencintai Allah,’ padahal perbuatan-perbuatanmu bertentangan dengan itu.”
3. Ujian yang ketiga, dzikrullah (mengingat Allah) mesti secara otomatis terus tetap segar di dalam hati manusia. Jika seseorang memang mencintai, maka ia akan terus mengingat-ngingat; dan jika cintanya itu sempurna, maka ia tidak akan pernah melupakan-Nya.
Meskipun demikian, memang mungkin terjadi bahwa sementara kecintaan kepada Allah tidak menempati tempat utama di hati seseorang, kecintaan akan kecintaan kepada Allahlah yang berada di tempat itu, karena cinta adalah sesuatu dan kecintaan akan cinta adalah sesuatu yang lain.
4. Ujian yang keempat, ia akan mencintai al-Qur’an yang merupakan firman Allah – dan Muhammad Nabiyullah. Jika cintanya memang benar-benar kuat, ia akan mencintai semua manusia, karena mereka semua adalah hamba-hamba Allah. Malah cintanya akan melingkupi semua mahluk, karena orang yang mencintai seseorang akan mencintai karya-karya cipta dan tulisan tangannya.
5. Ujian kelima, ia akan bersikap tamak terhadap ‘uzlah untuk tujuan ibadah. Ia akan terus mendambakan datangnya malam agar bisa berhubungan dengan Temannya tanpa halangan. Jika ia lebih menyukai bercakap-cakap di siang hari dan tidur di malam hari daripada ‘uzlah seperti itu, maka cintanya itu tidak sempurna.
Allah berkata kepada Daud a.s.: “Jangan terlalu dekat dengan manusia, karena ada dua jenis orang yang menghalangi kehadiranKu: orang-orang yang bernafsu untuk mencari imbalan dan kemudian semangatnya mengendor ketika telah mendapatkannya, dan orang-orang yang lebih menyukai pikiran-pikirannya sendiri daripada mengingatKu. Tanda-tanda ketidak-hadiranKu adalah bahwa Aku meninggalkannya sendiri.
Sebenarnyalah, jika kecintaan kepada Allah benar-benar menguasai hati manusia, maka semua cinta kepada yang lain pun akan hilang. Salah seorang dari Bani Israil mempunyai kebiasaan untuk sembahyang di malam hari. Tetapi ketika tahu seekor burung bisa bernyanyi dengan sangat merdu di atas sebatang pohon, ia pun mulai sembahyang di bawah pohon itu agar dapat menikmati kesenangan mendengarkan burung itu.
Allah memerintahkan Daud a.s. untuk pergi dan berkata kepadanya: “Engkau telah mencampurkan kecintaan kepada seekor burung yang merdu dengan kecintaan kepadaKu; maka tingkatanmu di kalangan para wali pun terendahkan.”
Di pihak lain, beberapa orang telah mencintai Allah dengan kecintaan sedemikian rupa, sehingga ketika mereka sedang berkhidmat dalam ibadah, rumah-rumah mereka telah terbakar dan mereka tidak mengetahuinya.
6. Ujian keenam adalah bahwa ibadah pun menjadi mudah baginya. Seorang wali berkata: “Selama 30 tahun pertama saya menjalankan ibadah malamku dengan sudah payah, tetapi tiga puluh tahun kemudian hal itu telah menjadi suatu kesenangan bagiku.”
Jika kecintaan kepada Allah sudah sempurna, maka tak ada kebahagiaan yang bisa menandingi kebahagiaan beribadah.
7. Ujian ketujuh, pencinta Allah akan mencintai orang-orang yang menaatiNya, dan membenci orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak taat, sebagaimana kara al-Qur’an:
“Mereka bersikap keras terhadap orang kafir dan berkasih sayang dengan sesamanya.” Nabi saw pernah bertanya kepada Allah: “Ya Allah, siapakah pencinta-pencintaMu?” Dan jawabannya pun datang:
“Orang-orang yang berpegang erat-erat kepadaKu sebagaimana seorang anak kepada ibunya; yang berlindung di dalam pengingatan kepadaKu sebagaimana seekor burung mencari naungan pada sarangnya; dan akan sangat marah jika melihat perbuatan dosa sebagaimana seekor macan marah yang tidak takut kepada apa pun.” (Sumber: Imam Al-Ghazali, Kimiatus Sa`adah/Kimia Kebahagiaan/The Alchemy of Happiness).*

Quotes - AADC 2 (Ada Apa Dengan Cinta)



Ada apa dengan cinta? Sebuah pertanyaan sekaligus jawaban. Kalau Rangga bilang: "Mencintai seribu orang itu mudah, yang sulit adalah melupakan satu orang" ini bukan saja jawaban namun muncul pertanyaan.

Jalan hidup seseorang memang telah ditentukan lewat cara hidup masing-masing. Cara hidup yang baik adalah selalu menerima pemberian Allah dengan segala cinta. Sebab cinta adalah kesucian.

Kukuhkan rasa cinta pada Allah dan semua orang yang ada di sekitar kita. Cinta tidak hanya bermakna individual, namun komunal. Dan tak boleh melupakan begitu saja dengan dalih memutus persahabatan. Silaturrahmilah dengan banyak orang. Niscaya kita panjang umur dan banyak rejeki.